KAYUTREJO.NGAWIKAB.ID – Sunan Kalijaga (Raden Said) adalah satu-satunya Waliyulloh asli kelahiran Jawa yang termasuk Dalam 9 Wali (Walisongo) yang pertama kali memperkenalkan “Kupat dan Lepet) pada masyarakat Jawa.Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali Bakda atau dalam bahasa Jawa Bakdo (Bodo) , yaitu Bakda Lebaran dan Bakda Kupat yang dimulai setelah puasa syawal atau 7 hari sesudah Lebaran.

Arti Kata Ketupat atau Kupat,Dalam filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus.Ketupat atau Kupat merupakan kependekan dari : Ngaku Lepat dan Laku Papat. Ngaku lepat artinya Mengakui Kesalahan.Laku Papat artinya Empat Tindakan. NGAKU LEPAT.Tradisi sungkeman menjadi implementasi ngaku lepat (mengakui kesalahan) bagi orang jawa. Sungkeman sebagai manifestasi dari pentingnya Berbakti dan menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang Tua atau orang yang lebih Tua.

LAKUPAPAT. 1.LEBARAN. 2.LUBERAN. 3.LEBURAN. 4.LABURAN.

LEBARAN Sudah usai,menandakan berakhirnya waktu puasa. LUBERAN,Meluber atau melimpah,ajakan bersedekah untuk kaum fakir, miskin.Mengeluarkan zakat fitrah. LEBURAN,Sudah habis dan lebur.Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habiskarena setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain. LABURAN,Berasal dari kata Labur,dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih airmaupun pemutih dinding.Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.

FILOSOFI KUPAT – LEPET KUPAT Kenapa mesti dibungkus Janur ?Janur, diambil dari bahasa Arab ” Ja’a nur ” (telah datang cahaya ). KUPAT bentuk fisik kupat yang segi empat ibarat HATI manusia (Kupat dibelah menyerupai bentuk Hati).Saat orang sudah mengakui kesalahannya maka hatinya sepertiKupat yang dibelah,pasti isinya putih bersih,hati yang tanpa penyakit (iri, dengki, hasut, sombong dll).Kenapa?Karena hatinya sudah dibungkus CAHAYA (ja’a nur). LEPET LEPET Lepetlep kang rapet.Monggo dipun silep ingkang rapet, mari kita Kubur/Tutup yang rapat.Jadi setelah ngaku lepet,meminta maaf,menutup kesalahan yang sudah dimaafkan,jangan diulang lagi,agar persaudaraan semakin erat seperti lengketnya Ketan dalam Lepet.

Share and Enjoy !

Shares