KAYUTREJO.NGAWIKAB.ID – Hari ini rabu 7 april 2021 telah diadakan UPK (Ujian Penilaian Kesetaraan) PKBM “ARROHMAN” desa kayutrejo secara On Line.

PKBM (pusat kegiatan belajar masyarakat) adalah satuan pendidikan nonformal yang sah menyelenggarakan berbagai kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhan masyarakat atas dasar prakarsa dari, oleh dan untuk masyarakat. Sesuai dengan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No 20 tahun 2003 yaitu Pendidikan formal dan informal diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat ( Pasal 4 ayat 3).

Keberadaan PKBM makin kuat ketika diterbitkannya UU Nomor 20 Tahun 2003 pasal 1 butir 10 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan: PKBM sebagai salah satu satuan pendidikan nonformal. Keberadaan PKBM dihadapan kita dengan harapan untuk memberikan pelayanan pendidikan nonformal sebagai penambah, pengganti dan pelengkap pendidikan formal bagi warga masyarakat yang membutuhkan pengetahuan, keterampilan kecakapan hidup, mengembangkan sikap dan kepribadian, mengembangkan diri untuk berusaha mandiri dan atau melanjutkan pendidikan ketingkat yang lebih tinggi dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Rumpun pendidikan PKBM terdiri Kejar Paket A Setara SD/MI , Kejar Paket B Setara SMP/ MTS/N/S, Kejar Paket C Setara SMA/MA/N/S dan program lainnya sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

Tepatnya , mulai hari senin tanggal 05 s/d tanggal 07 April 2021 diadakan UPK ( Ujian Penilaian Kesetaraan ) secara On Line bagi peserta yang mengikuti kejar Paket C. Selanjutnya pada tanggal 19 s.d. 22 april 2021 akan diadakan Ujian Penilaian Kesetaraan secara On Line juga untuk peserta yang mengikuti kejar Paket B.

kegiatan sebelum covid 19

Pelaksanan kejar paket B dan C ini kebanyakan masih menumpang di Sekolah formal, PKBM “ARROHMAN” Di kayutrejo sendiri diadakan di gedung MI. ASHOLIKIN di dusun tanjungrejo desa kayutrejo, kecamatan widodaren, dikarenakan terdapat banyak kendala misalnya Sarana prasarana Wfi tidak ada jadi sebagai pengelola PKBM tentunya mengalami kesulitan terlebih pelaksanaan Ujian secara Daring seperti sekarang ini dan warga belajar pun berhubung banyak yang usianya sudah tua juga, tentunya mereka sangat kesulitan dalam mengunakan sistem on line.

Tidak hanya itu, gedung tempat pembelajaran pun masih minjam di sekolah formal yang kegiatannya dimungkinkan tidak menggangu sekolah-sekolah yang ditumpangi misalnya Sekolah formal masuk pagi pulang jam 12 berarti kita sorenya baru bisa masuk belajar di sekolah-sekolah yang ditumpangi itu, kata kawan-kawan selaku pengelola PKBM “ARROHMAN”.Oleh karena itu harapanya, untuk memberdayakan PKBM benar-benar dapat menumbuhkembangkan masyarakat pembelajar (learning society), sangat diperlukan adanya peningkatan penguatan kelembagaan dari pemerintah, peningkatan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan, peningkatan sarana dan prasarana, penguatan dana penyelenggaraan, dan penguatan mitra kerjasama.Karena PKBM tetap satu tujuan dengan sekolah-sekolah yang lain baik negeri maupun swasta yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai implementasi dari pancasila dan UUD 1945.

Share and Enjoy !

Shares